
Sebagai sekolah Islam terpadu yang berkomitmen pada pendidikan berkualitas dan berpusat pada peserta didik, SMA IT Al-Huda melaksanakan asesmen diagnostik atau program tersebut yang telah diberi nama “TaWa” (Tanya Siswa) secara terstruktur dan terencana di setiap awal semester.
Tujuan TaWa dilaksanakan sebagai upaya awal untuk:
- Memetakan kemampuan awal peserta didik sebelum memulai pembelajaran materi baru.
- Mengidentifikasi kesulitan belajar yang mungkin dihadapi siswa.
- Mendukung perencanaan pembelajaran diferensiasi, yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing siswa.
Program TaWa ini menjadi bagian penting dalam penerapan kurikulum merdeka yang mendorong guru untuk lebih memahami kondisi dan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Jenis Asesmen yang dilakukan di SMA IT Al-Huda, pengisian kuisioner diagnostik dilakukan dalam dua aspek utama:
- Asesmen Kognitif: Mengukur pengetahuan awal siswa terkait materi pelajaran, terutama pada mata pelajaran utama seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Agama Islam.
- Asesmen Non-Kognitif: Menggali aspek sosial emosional, minat belajar, motivasi, dan kondisi psikologis siswa yang memengaruhi kesiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran.
Waktu dan Pelaksanaan program TaWa ini dilaksanakan pada awal tahun pelajaran dan awal semester, serta saat memasuki pembelajaran kompetensi inti baru. Pelaksanaannya dilakukan secara tertulis, sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan sarana prasarana sekolah.
Hasil asesmen tidak digunakan untuk memberikan nilai, melainkan sebagai bahan refleksi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang tepat, adil, dan merata.
Komitmen terhadap layanan pendidikan yang Adaptif SMA IT Al-Huda percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi yang unik dan berbeda-beda. Melalui TaWa, kami berusaha menciptakan lingkungan belajar yang responsif, agar setiap siswa dapat tumbuh optimal — baik secara akademik maupun karakter, sesuai dengan nilai-nilai Islam.
